MASKAPAI PENERBANGAN TERFAVORIT
Sebuah Survei atas Penyedia Layanan Jasa Angkutan Udara Untuk Rute Dalam Negeri
Oleh Litbang Gramedia Majalah

 

Dalam melakukan kegiatan berwisata, para pejalan tak dapat mengelak dari pentingnya peran transportasi udara. Salah satu pertimbangannya; perjalanan menggunakan pesawat terbang dapat memangkas waktu tempuh dari satu tempat ke destinasi wisata. Hingga pada akhirnya, tiba lebih cepat membuat para pejalan merasa lebih maksimal membelanjakan saat-saat yang ingin dinikmati di tempat tujuan. Pusformas Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar), melalui Ir. Wibowo, Kepala Pusat Pengelolaan Data dan Sistem Jaringan (P2DSJ) Depbudpar mengungkap, “Kunjungan wisatawan mancanegara pada Januari hingga September 2009 mencapai sekitar 4,6 juta orang.”

 

Mereka masuk ke Indonesia melewati 7 pintu utama perjalanan udara: Bandara I Gusti Ngurah Rai (Bali) sebesar 218.245 orang, Bandara Polonia (Medan) sebanyak 9.702 orang, Bandara Sam Ratulangi (Manado) sebesar 2.633 orang, Bandara Entikong (Kalimantan Barat) sebesar 2.192 orang, Bandara Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru) sejumlah 1.796 orang, Bandara Adi Sumarmo (Solo) sejumlah 1.211 dan Bandara Sultan Hasanuddin (Makasar) sebanyak 797 orang.

 

Dari ketujuh pintu utama kedatangan ke Tanah Air itu, tentu tak tertutup kemungkinan para pejalan asing akan meneruskan lawatan ke berbagai tujuan wisata di Indonesia dengan menggunakan pesawat udara. Tentu saja, ini merupakan peluang bagi maskapai penerbangan yang melayani rute dalam negeri. Tambahan lagi, para pejalan lokal pun turut menyumbang kuota. Mereka memilih rute udara untuk bepergian membelanjakan waktu liburnya. Hingga pada akhirnya maskapai penerbangan dalam negeri akan memetik keuntungan.

 

Seperti diutarakan Dharmadi, Presiden Direktur Indonesia Air Asia dalam peluncuran rute baru mereka. Pasar kebutuhan penerbangan antarnegara Asia Tenggara tercatat menggairahkan, hingga diapresiasi dengan membuka jalur penerbangan langsung dari luar negeri ke berbagai kota tujuan wisata di Indonesia. “Bila sudah sampai ke Indonesia, traveler yang ingin mendatangi kota-kota lain dalam negeri, bisa terbang dengan pesawat rute lokal,” ungkapnya.

 

Di sisi lain, ketersediaan beragam pilihan pesawat menghadirkan aneka cerita dari para pengguna jasa angkutan udara. Sebutlah pengalaman Jay Subyakto, pekerja seni yang kerap bepergian ke seluruh penjuru Tanah Air saat membelanjakan waktu liburnya. Dalam sebuah sarasehan yang digelar National Geographic Traveler, ia mengungkap, “Beberapa hotel belum bisa membantu saya melakukan booking ke Ende dan be¬berapa tempat di Indonesia Timur.”

 

Ada beberapa hal bisa ditelisik; mungkin saja maskapai bersangkutan belum memberlakukan sistem pemesanan online, prosedur dengan agen reservasi perjalanan tidak berjalan mulus, tidak ter¬sedia pusat layanan 24 jam dari mas¬kapai, sampai ketidakpastian ke¬berangkatan atau jadwal pesawat —hingga calon penumpang mesti menunggu-nunggu. Kejadian tak mengenakkan, terjadi pada Devy Situmorang dari Gramedia Majalah. Ketika sampai di hotel setelah melakukan penerbangan Jakarta – Yogyakarta, ia baru menyadari gembok koper dirusak —walau tak ada barang yang hilang. Ia bertekad meminta pertanggungjawaban maskapai atas sebuah kompensasi.

Berangkat dari kebutuhan para pejalan akan layanan dan pilihan maskapai penerbangan dalam negeri, Litbang Gramedia Majalah melakukan survei maskapai penerbangan yang beroperasi melayani rute-rute dalam negeri. Kegiatan ini dilakukan kurun September - November 2009.

Salah satu titik tolak penilaian adalah merujuk pada kegiatan rutin yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Departemen Perhubungan Republik Indonesia. Badan ini melakukan penilaian kinerja atas maskapai penerbangan secara berkala —Periode VIII dilakukan Desember 2008, Periode IX pada Maret 2009 dan Periode X pada Juni 2009.

 

Dari penilaian kinerja maskapai penerbangan periode X yang dilakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Departemen Perhubungan Republik Indonesia, terdapat 46 operator yang dinilai untuk mendapatkan sertifikat Air Operator Certificate (AOC) 121 atau regular flight certificates dan AOC 135 atau charter certificates.

Setelah dinilai, para pemegang AOC 121 pada Periode X mendapatkan kategori I atau II dengan keterangan berjadwal penumpang atau kargo.

Termasuk dalam pemegang AOC 121 adalah: Garuda Indonesia, Merpati Nusantara Airlines, Mandala Airlines, Indonesia Air Asia, Trigana Air Service, Lion Mentari Airlines, Metro Batavia, Pelita Air Service, Wing Abadi Airlines, Sriwijaya Air, Riau Airlines, Indonesia Air Transport dan Tri MG Intra Asia Airlines untuk kategori I. Diteruskan Travel Express Aviation Service, Kalstar, Cardig, Republic Express Airlines, Manunggal Air Service, Kartika Airlines, Megantara serta Nusantara Air Charter untuk kategori II.

 

Sementara pemegang AOC 135 mendapatkan kategori I atau II, dengan keterangan borongan atau berjadwal penumpang. Berada dalam daftar ini adalah Travira Utama, Airfast Indonesia, National Utility Helicopter serta Ekspres Transportasi Antarbenua untuk kategori I. Diteruskan Aviastar Mandiri, Nyaman Air, Air Pacific Utama, Gatari Air Service, Pura Wisata Baruna, Kura-Kura Aviation, Asi Pudjiastuti, Transwisata Prima Aviation, Deraya Air Taxi, Sampoerna Air Nusantara, Eastindo, Derazona Air Service, Penerbangan Angkasa Semesta, Nusantara Buana Air, SMAC, Intan Angkasa Air Service, Alfa Trans Dirgantara, Dabi Air Nusantara, Unindo, Johnlin Air Transport dan Sky Aviation untuk kategori II.


Daftar para pemegang AOC 121 dan AOC 135 inilah yang kami jadikan materi penilaian survei.

Responden diambil secara non probability sampling dari para pengguna jasa penerbangan di Indonesia. Dengan cara mengisi polling secara online dan wawancara langsung di bandara. Setiap responden, hanya diberi hak untuk mengisi satu kali. Sampai batas akhir penelitian, kami berhasil mengumpulkan 1.314 suara angket.

 

Profil responden, 72% pria dan 28% perempuan, usia pengisi terbesar 25 – 29 tahun sebesar 23,0% dan 30 – 34 tahun sebanyak 19,1%. Untuk status sosial, pengisi angket yang telah menikah menempati peringkat terbesar (61,6%) ditambah kategori pengeluaran bulanan ada pada kelas A (mencapai 66,7%). Rinciannya: Rp 2.501.000 – Rp 3.500.000 (19,8%), Rp 3.501.000 – Rp 5.000.000 (22,3%), Rp 5.001.000 – Rp 10.000.000 (17,8%) serta di atas Rp 10 juta (6,8%). Pendidikan terakhir S1 (57,9%) dan S2 (14,2%) serta bekerja sebagai karyawan swasta (37,8%).


Harapan kami, dengan digelarnya survei ini, kualitas layanan jasa udara Indonesia dapat berkembang ke arah positif, yang tentunya berujung pada dukungan terhadap pariwisata nasional.

 

Most Favourite Airlines

AOC121

Persentase

AOC135

Persentase

Garuda Indonesia

54,2%

Airfast Indonesia

37,8%

Air Asia

13,5%

Aviastar Mandiri

20,7%

Lion Air

13,2%

Deraya Air Taxi

14,6%

Mandala Airlines

 6,6%

Air Pacific Utam

 7,3%

Batavia Air

 6,4%

Gatari Air Service

 3,9%

Sriwijaya Air

 4,1%

Nusantara Benua Air

 2,4%

 

 

 

 

Terbaik Frequent Flyer

AOC121

Persentase

AOC135

Persentase

Garuda Indonesia

47,8%

Airfast Indonesia

24,8%

Lion Air

 7,5%

Aviastar Mandiri

 8,8%

Mandala Airlines

 3,4%

Deraya Air Taxi

 5,3%

 

 

 

 

Terbaik Kualitas Meals

AOC121

Persentase

AOC135

Persentase

Garuda Indonesia

56,6%

Airfast Indonesia

25,7%

Lion Air

 4,6%

Aviastar Mandiri

 8,8%

Mandala Airlines

 4,6%

Deraya Air Taxi

 8,8%

 

 

 

 

Terbaik Ketepatan Waktu

AOC121

Persentase

AOC135

Persentase

Garuda Indonesia

60,4%

Airfast Indonesia

33,6%

Lion Air

12,6%

Aviastar Mandiri

12,4%

Mandala Airlines

 8,2%

Deraya Air Taxi

 8,0%

 

 

 

 

Terbaik Layanan Keseluruhan

AOC121

Persentase

AOC135

Persentase

Garuda Indonesia

55,8%

Airfast Indonesia

27,4%

Lion Air

11,0%

Aviastar Mandiri

12,4%

Mandala Airlines

 6,7%

Deraya Air Taxi

 8,0%

 

 

 

 

Terbaik Layanan Pembayaran

AOC121

Persentase

AOC135

Persentase

Garuda Indonesia

40,8%

Airfast Indonesia

30,1%

Lion Air

15,6%

Aviastar Mandiri

13,3%

Air Asia

 9,6%

Deraya Air Taxi

 7,1%

 

 

 

 

Terbaik Layanan Lost & Found

AOC121

Persentase

AOC135

Persentase

Garuda Indonesia

35,5%

Airfast Indonesia

25,7%

Lion Air

 7,7%

Aviastar Mandiri

 8,8%

Mandala Airlines

 3,1%

Deraya Air Taxi

 8,0%

 

 

 

 

Terbaik Layanan Bagasi

AOC121

Persentase

AOC135

Persentase

Garuda Indonesia

48,4%

Airfast Indonesia

25,7%

Lion Air

10,7%

Aviastar Mandiri

11,5%

Mandala Airlines

 6,2%

Deraya Air Taxi

 7,1%

 

 

 

 

Terbaik Tarif

AOC121

Persentase

AOC135

Persentase

Lion Air

32,4%

Airfast Indonesia

26,5%

Air Asia

18,5%

Aviastar Mandiri

 9,7%

Garuda Indonesia

13,7%

Deraya Air Taxi

 8,0%

 

 

 

 

Terbaik Safety Briefing

AOC121

Persentase

AOC135

Persentase

Garuda Indonesia

51,8%

Airfast Indonesia

31,0%

Lion Air

14,7%

Aviastar Mandiri

15,0%

Mandala Airlines

 7,7%

Deraya Air Taxi

 8,8%

 

 

 

 

Terbaik Layanan Awak Kabin

AOC121

Persentase

AOC135

Persentase

Garuda Indones

a 50%

Airfast Indonesia

33,6%

Lion Air

14,8%

Aviastar Mandiri

15,0%

Mandala Airlines

 8,1%

Deraya Air Taxi

 7,1%

 

 

 

 

Terbaik Reservasi

AOC121

Persentase

AOC135

Persentase

Garuda Indonesia

44,6%

Airfast Indonesia

25,7%

Lion Air

14,5%

Aviastar Mandiri

12,4%

Air Asia

10,7%

Deraya Air Taxi

 7,1%

 

 

 

 

Terbaik Layanan Check-in

AOC121

Persentase

AOC135

Persentase

Garuda Indonesia

53,7%

Airfast Indonesia 

9,25%

Lion Air

12,5%

Aviastar Mandiri

 9,7%

Mandala Airlines

 6,9%

SMAC

 6,2%

 

 

 

 

Terbaik Website

AOC121

Persentase

AOC135

Persentase

Garuda Indonesia

31,3%

Airfast Indonesia

28,3%

Air Asia

17,6%

Deraya Air Taxi

 9,7%

Lion Air

11,9%

Aviastar Mandiri

 8,0%

 

 

 

 

Terbaik Kepuasan Pelanggan

AOC121

Persentase

AOC135

Persentase

Garuda Indonesia

41,4%

Airfast Indonesia

25,7%

Lion Air

17,4%

Aviastar Mandiri

11,5%

Air Asia

10,0%

ASI Pujiastuti (Susi Air)

 7,1%

 

 

 

 

Terbaik Variasi Rute

AOC121

Persentase

AOC135

Persentase

Garuda Indonesia

42,1%

Airfast Indonesia

30,1%

Lion Air

24,4%

Aviastar Mandiri

 8,8%

Air Asia

 5,6%

Deraya Air Taxi

 6,2%

 

 

 

 

Terbaik Layanan Jadwal

AOC121

Persentase

AOC135

Persentase

Garuda Indonesia

45,0%

Airfast Indonesia

25,7%

Lion Air

12,5%

Aviastar Mandiri

 8,8%

Mandala Airlines

 7,2%

Deraya Air Taxi

 7,1%

 

 

 

 

Terbaik Connecting Flight

AOC121

Persentase

AOC135

Persentase

Garuda Indonesia

42,2%

Airfast Indonesia

23,9%

Lion Air

10,7%

Aviastar Mandiri

 9,7%

Mandala Airlines

 3,9%

Deraya Air Taxi

 8,8%

 

Copyright 2009. National Geographic Indonesia